Dengan My Blue Bird, Liburanmu Bakal Makin Cihuy

Di zaman now,nyaris di semua dimensi kehidupan kita sudah tersentuh sama yang namanya teknologi. Perhatikan saja, mulai dari bangun tidur, yang biasanya dicek duluan adalah telepon pintar alias smartphone (eits itu mah elu aja, Dep… haha). Next, mau makan order makanan dan kirimnya via pengantaran online. Mau shopping entah barang sandang ataupun papan juga bisa lewat online. Mau isi pulsa telepon atau pulsa listrik pun tidak harus keluar rumah, tinggal memanfaatkan aplikasi di telepon dan sambungan internet. Juga untuk hal transportasi pun kini hidup lebih dipermudah dengan adanya aplikasi online.

Kemudahan akses, biaya yang relatif lebih murah dan juga waktu menjadi alasan mengapa online-oriented ini menjadi popular bahkan menjadi trend. Para perusahaan atau produsen memahami betul kebutuhan konsumen zaman now ini.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi umum yaitu Blue Bird Group menyadari betapa teknologi dan kemajuan zaman sulit untuk dibendung. Perusahaan berlogo “burung biru” yang berdiri sejak tahun 1972 ini sangat mengerti bahwa reformasi dan inovasi itu adalah sebuah hal yang harus dan mutlak dijalani. Kita masih ingat dulu armada Blue Bird hanya menghiasi ibu kota Jakarta. Namun kini hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia sangat mudah menemukan taksi Blue Bird.

 

Tak hanya itu, kalau dulu ngomongin Blue Bird ya asosiasinya ya pasti taksi biasa, tapi kini Blue Bird Group telah memperluas jenis layanannya, mulai dari regular taxis (Blue Bird & Pusaka) sampai dengan executive taxi (Silver Bird), limousine & car rental (Golden Bird), charter bus (Big Bird), Logistic (Iron Bird Logistic), Industry (Restu Ibu Pusaka-Bus Body Manufacturing & Pusaka Niaga Indonesia), Property (Holiday Resort Lombok & Pusaka Bumi Mutiara) dll. Wow… Banyak yah!

Tak hanya ekspansi bisnis, di era serba online ini kini Blue Bird Group pun sudah “kekinian”. Gak mau kalah bersaing dengan Taksi Online yang menjamur, setahun lalu Blue Bird me-launching aplikasi online untuk ponsel pintar dengan OS Android ataupun iOs bernama “My Blue Bird”.

Aplikasi “My Blue Bird” ini memiliki kelebihan diantaranya :

  1. Advance and Multiple Booking, yaitu pelanggan bisa memesan lebih dari 1 order kepada 1 armada taksi yang ada atau pemesanan untuk keesokan hari.
  2. See Near by Taxi untuk cari tahu armada taksi Blue Bird Group yang berada di dekat titik penjemputan atau di lokasi saat pelanggan berada
  3. Tracking System and Call Driver. Calon penumpang dapat menghubungi pengemudi dari taksi yang dipesan, jadi tidak perlu was-was saat taksi belum juga muncul.
  4. Share My Journey. Lewat aplikasi My Blue Bird penumpang dapat membagikan lokasi saat itu kepada keluarga, atau teman. Jadi lokasi real-time akan mudah diketahui.
  5. Driver Rating. Fitur ini membantu penumpang untuk memberikan nilai atas pelayanan yang diberikan oleh pengemudi taksi.

Asyik kan?

*cara order taksi via My Blue Bird”

Ada lagi nih yang lebih asyik kalau kalian menggunakan Aplikasi “My Blue Bird” dan berdomisili di Lombok, eits atau kalian yang berencana liburan di Lombok.

Jadi, Blue Bird Group melalui Lombok Taksi baru saja menjalin kerja sama dengan 8 hotel berbintang di Pulau Lombok. Kerja samanya bertajuk “Barter Produk” ini akan menguntungkan kalian yang sedang menyusun rencana liburan di Lombok atau juga kalian yang tinggal di Lombok dan sedang mencari tempat staycation. Tentunya kalian mencari penginapan yang keceh tapi harga bersahabat kan?

*penandatanganan MoU kerja sama Blue Bird dengan 8 hotel berbintang di Lombok*

Nah… “Barter produk” ini menawarkan diskon yang sungguh wow untuk kalian. Beneran wow, karena diskon room hotelnya s/d 55% dari publish rate!! Gokil, ini bahkan kurang dari setengah harga publish-nya lohh…

Ini dia ke delapan nama hotelnya dan daftar diskonnya :

1. Living Asia Resort and Spa, Lombok

  • Diskon 20% room frombest available rate
  • Diskon 10% spa

2. Holiday Resort Lombok

  • Diskon 20% room fromwebsite rate
  • Diskon 25% laundry
  • Diskon 40% spa
  • Diskon 15% food and beverage

Pssst… Kedua hotel di atas ini memiliki room dengan beach view yang ciamik. Suwer!!

Tapi kalau kalian mencari hotel di tengah kota yang ngga jauh dari lokasi wisata oleh-oleh bisa memilih alternatif berikut :

3. Golden Palace Hotel Lombok

  • Diskon 55% room from publish rate
  • Diskon 15% spa
  • Diskon 15% food and beverage
  • Diskon 15% karaoke

4. Lombok Astoria Hotel

  • Diskon 53% room from publish rate
  • Diskon 20% food and beverage

5. Lombok Raya Hotel

  • Diskon 20-45% room from publish rate

6. Lombok Plaza Hotel

  • Diskon 40% room from publish rate
  • Diskon 15% karaoke
  • Diskon 10% food and beverage

7. Aston Inn Mataram, Lombok

  • Diskon 50% room from publish rate
  • Diskon 15% food and beverage

Last but not least, pilihan hotel yang sangat recommended kalau kalian ingin memilih penginapan yang dekat dengan Bandara Internasional Lombok, kalian harus coba ini :

8. DMax Hotel

  • Diskon 40% room from publish rate
  • Diskon 20% spa
  • Diskon 10% food and beverage

Gokil kan diskonnya? Trus gimana cara dapetin diskonnya, Dep?

Gampang banget kok. Pertama, pastikan di ponsel kalian sudah terinstall aplikasi “My Blue Bird”. Kemudian order unit Lombok Taksi melalui aplikasi tersebut untuk mengantarkan kalian ke salah satu dari 8 hotel tadi.Begitu tiba di hotel yang dituju, tinggal nunjukinhistory trip yang tertera di aplikasi “My Blue Bird” sebagai bukti perjalanan tadi kepada staf yang bertugas di bagian receptionist. Taraaaaaa…. diskon yang berlaku di hotel/penginapan tersebut sudah bisa dinikmati. Simpel ga pake ribet kan? πŸ˜€

Oh iya, saya kan tadi di atas nyebut soal staycation di hotel. Kebetulan juga minggu lalu saya bersama istri lagi malas untuk traveling jauh-jauh. Akhirnya mutusin untuk ber-woles-woles-ria di salah satu dari 8 hotel di atas. Yaitu Hotel “Lombok Plaza” yang berada tepat di jantung Kota Mataram. Beneran untuk liburan wiken kemarin lagi pengin nyantai-nyantai aja di kamar sambil menikmati fasilitas yang disediakan hotel. Ya udah akhirnya check-in di Lombok Plaza deh.

Hotel Lombok Plaza ini cukup recommended untuk dijadikan tempat menginapmu ketika liburan atau sekadar staycation. Lokasinya yang berada di pusat Kota membuatnya mudah diakses. Fasilitas kolam renang, tempat karaoke juga resto dengan menu-menu lokal dan western yang yummy. Buat kalian yang dari luar LOmbok, Hotel Lombok Plaza memiliki lokasi yang tidak begitu jauh dari tempat wisata seperti Taman Narmada, Pura Lingsar, Pantai Loang Baloq atau tempat jualan oleh-oleh seperti Sasaku ataupun Gandrung.

See… tunggu apa lagi? rencanakan liburan atau staycation kalian mulai sekarang. Jangan lupa, download dulu aplikasi My Blue Bird di hapemu, supaya dapat diskon gede penginapan keceh di Lombok.

Dengan My Blue Bird, Liburanmu bakal makin Cihuy, kan?

πŸ™‚

Nostalgia Masa Remaja Lewat “My Generation”

Kalian semua pasti setuju kalau masa remaja itu adalah salah satu masa terindah dalam hidup. Awas kalau nggak.. *lahh ngancem* πŸ˜€ Alasannya adalah karena di fase itu kita mengalami begitu banyak hal untuk pertama kalinya. Seperti merasakan pertama kali jatuh cinta, pertama kali nyetir mobil, pertama kali mencontek, pertama kali membolos, pertama kali berciuman *oopsss πŸ˜€ *, dan pertama kali lainya.

Jadi, sangat wajar kalau masa remaja itu menjadi masa yang sulit untuk dilupakan. 

Ngomongin soal masa remaja, saya selalu suka menonton film-film yang mengulik kisah masa remaja. Kalau dari film “Barat” ada beberapa film yang selalu menempel di kepala saya. Seperti Film “Dead poets society” yang dibintangi sang legenda komedi (alm) Robbin Williams, “American pie” yang ceritanya konyol itu, atau ada juga sebuah serial yang sangat happening pada zamannya yaitu “Dawson creek” atau “Saved by the Bell”.. *ehem… Ketauan deh saya kids zaman doeloe kala πŸ™ˆ*.

*pic by : hulu.com*

Atau kalau film Indonesia yang mengangkat kisah remaja diantaranya film AADC yang dibintangi NicSap dan Dian Sastro.

Dan kenapa saya suka film-film remaja? Ya tentunya karena sedikit banyak ngerasa “related” dan sekarang bisa buat nostalgia masa-masa remaja dulu pastinya 😁.

Beberapa waktu yang lalu ketika asyik surfing di dunia maya, saya membaca salah satu website lokal bahwa pada Tanggal 9 November 2017 bulan depan, akan tayang satu film lokal bertema remaja juga yang bikin saya ga sabar untuk nonton.

Judulnya “My Generation”.

Film ini disutradarai oleh Upi yang dikenal memiliki banyak karya penyutradaraan atau penulis skenario film. Mbak Upi adalah sosok yang sama yang pernah menyutradarai film Realita cinta dan Rock n roll, Radit n Jani, My Stupid boss dan penulis skenario “Surat Cinta Untuk Tuhan”. Yeap, film-film keren itu termasuk dalam daftar film-film yang sukses meraih banyak penonton bioskop di seluruh Indonesia.

Film produksi terbaru dari IFI Sinema ini sendiri bercerita tentang kehidupan remaja/anak muda zaman milenial (kalau bahasa kekiniannya sih “kids zaman now”). Kisah di film ini dimulai dari persahabatan 4 orang anak SMU (Zeke, Konji, Suki dan Orly) yang memiliki petualangan-petualangan dan kejadian seru ketika mereka berempat gagal liburan. Karakter mereka yang berbeda-beda dan unik ditambah dengan konflik-konfliknya yang sangat dekat dengan realitas kehidupan anak masa kini membuat film ini sangat layak untuk ditonton baik oleh kalangan remaja ataupun kalangan orang tua. Dengan segala macam problematika yang dihadirkan di film ini, mbak Upi ingin mengajak penonton (khususnya orang tua) untuk berfikir positif soal pendidikan anak di era millenial dan bersikap open-minded terhadap perubahan realitas perilaku yang terjadi (dan tentunya mencari solusi untuk sisi positifnya).

Kalau buat saya pribadi sih, satu alasan lagi yang bikin saya pengin banget nonton film ini adalah pemain-pemainnya yang baru. Soalnya saya suka males nonton film lokal itu kadang bukan karena ngga tertarik sama ceritanya tapi karena bosan liat pemainnya yang itu-itu aja alias dia lagi, dia lagi. Hihihihi…

Pokoknya film ini layak untuk ditunggu dan disaksikan, jangan lupa catat tanggal mainnya yaaa.. 9 November 2017.

Oh iya, yang penasaran sama trailernya bisa cek di sini.

Dengan menonton film ini semoga kita tak hanya terhibur tetapi juga dapat mengambil nilai-nilai positif yang diberikan dari kisah para remaja dan orang tuanya ini.

Selamat menantikan dan menonton (kelak) yaaa πŸ˜€

Traveling dan Suplemen

Di zaman now, traveling tak lagi hanya menjadi sebuah kebutuhan tersier ataupun sekunder. Kini, kebutuhan untuk melakukan traveling sudah menjadi kebutuhan utama atau primer bagi masyarakat. Tak terkecuali buat saya sendiri.

“Kurang piknik bisa menyebabkan cepat panik”, kira-kira begitu prinsip yang saya pegang. Haha..

Setidaknya sekali dalam sebulan saya dan pasangan saya selalu menyisihkan waktu untuk traveling alias piknik. Bagi saya, piknik itu tak mesti harus ke luar kota atau destinasi yang jauh. Sekadar mengunjungi pantai dekat rumah atau bermain-main di spot wisata lokal sudah merupakan pelepas dahaga untuk melupakan sejenak rutinitas hidup. Tapi jika memiliki rejeki lebih, saya dan istri selalu menjadwalkan traveling ke tempat baru.

***

Seperti yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu yaitu mengeksplore Kota Bangkalan di Pulau Madura. Berbeda dengan sebagian traveler yang lebih menyukai tipe perjalanan yang nyaman, gampang dan tidak mempedulikan cost atawa biaya, kami berdua lebih memprioritaskan biaya yang murah walaupun kadang mengorbankan kenyamanan selama perjalanan. Istilahnya kalau traveler lain lebih memilih tipe “koper” maka kami adalah tipe “ransel” atau sering disebut backpacker.

Ketika ke Bangkalan, kami backpacker-an dari Surabaya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Setidaknya dibutuhkan kurang lebih 2,5 jam dari pusat Kota Surabaya sampai ke Bangkalan, Madura. Sebelum tiba di Bangkalan kami sempat mengunjungi spot wisata Bukit Jaddih yang saat ini sedang fenomenal di sosial media seperti instagram.

Bukit Jaddih sejatinya adalah sebuah lokasi pertambangan kapur yang kini dijadikan tempat tujuan wisata. Dengan sebuah kolam yang memiliki air berwarna hijau tosca kontras dengan tebing-tebing kapur berwarna putih membuat Bukit Jaddih ini sangat instagram-able.Kawasan Bukit Jaddih terletak di Kecamatan Socah, Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan Madura-Jawa Timur ini berjarak 10 kilometer dari pusat kota kabupaten Bangkalan.

*bukit jaddih*

Setelah puas mengitari Bukit Jaddih (dan berfoto tentunya), kami juga sempat mampir di Warung Makan Bebek Sinjay. Bagi para pecinta kuliner khususnya pecinta bebek, Bebek Sinjay wajib dicicipi. Dengan sambal pencit-nya, Bebek Sinjay sangat recommended. Maknyus!

*bebek sinjay*

Setelah puas berwisata alam dan wisata kuliner, kami pun memasuki Bangkalan dan berkeliling kota.

Tak terasa sudah seharian full kami ngebolang.

***

Kalau dipikir-pikir, seharian ngebolang begini bikin badan lumayan rontok. Apalagi motoran dan daerah yang didatangi cukup ekstrem dan berjarak tempuh ratusan kilometer.

Namun untungnya selain mengkonsumsi buah dan makanan sehat, saya selalu membekali diri dengan K-Vit C plus Teavigo yang merupakan suplemen multivitamin yang mengandung dua antioksidan, yaitu vitamin C dan teavigo.

 

Vitamin C merupakan antioksidan yang juga sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi sel-sel kulit dari radikal bebas dan zat berbahaya, meremajakan kulit serta mencegah anemia. Sementara Teavigo merupakan salah satu ekstrak teh hijau yang paling murni.Teh hijau sangat bagus untuk jantung, membakar lemak, pencernaan, hingga kulit karena kandungan EGCG. Semakin besar EGCG, semakin tinggi khasiat ekstrak teh hijau. Selama ini jarang sekali ditemui produk suplemen vitamin C yang dikawinkan dengan teh hijau. Apalagi dengan teavigo. K-Link Indonesia adalah pioner yang memadukan dua kekuatan super antioksidan tersebut.

Teavigo bebas dari pestisida dan herbisida (tidak mengandung bahan kimiawi) serta kafein. Tidak bisa dipungkiri, dan harus diakui, teh hijau yang beredar di pasaran masih mengandung kafein. Teavigo ini diekstrak yang diracik sedemikian rupa sehingga tinggi EGCG dengan kandungan kafein di bawah 0,1% (secara kuantitatif dianggap 0).

Sebagai multivitamin K-Vit C Teavigo untuk menjaga daya tahan tubuh dan stamina, sekaligus juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, mengurangi risiko kanker, memperlambat proses penuaan dan menjaga kesehatan sel saraf.

Pengen tau lebih lengkap tentang K-Vit C Teavigo langsung saja klik web ini

Oh iya, ada diskon s/d 20% untuk member. Juga promo ongkir s/d 30 nopember 2017. Register di sini yaaa.

Yuk ah.. lengkapi dirimu sebelum traveling. Supaya jalan-jalannya makin maksimal en cihuy kayak saya πŸ˜€

 

Ini dia “Omah Kayu”-nya Lombok

 *plank omah kayu di Batu Malang

Beberapa tahun yang lalu ketika mengunjungi Kota Batu di Malang, Jawa Timur saya berkesempatan berwisata ke sebuah spot wisata keren. Namanya Omah Kayu. Omah kayu itu ya rumah kayu yang dibangun di atas pohon gitu. Postingan lengkap soal Omah Kayu ada di sini.

Sepulang dari Omah Kayu saya sempat membatin, masa iya di Lombok gak ada yang bisa menciptakan destinasi wisata serupa? Toh banyak sekali tempat di Lombok yang rasanya mirip dengan lokasi wisata Omah Kayu di Gunung Banyak, Batu. Yang kepikiran di benak saya saat itu adalah daerah Sembalun atau Pusuk Lombok Barat. Kedua daerah itu memiliki karakter kontur tanah dan pemandangan yang agak mirip. Tapi itu pemikiran sotoy saya aja sih.

Sampai saat setahun yang lalu ketika berselancar di media sosial instagram saya melihat postingan foto yang mengingatkan saya akan Omah Kayu di Batu. Namanya Rumah pohon Murmas. Jelas saja postingan ini membuat saya penasaran untuk membuktikan dengan mata kepala sendiri. Tetapi baru sebulan yang lalu akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Rumah pohon Murmas.

view from rumah pohon murmas

Rumah pohon Murmas berlokasi di Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Dari pusat kota Tanjung (Lombok Utara) dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit sedangkan dari pusat Kota Mataram – NTB dibutuhkan waktu 1,5-2jam dengan berkendara.

Konsep Rumah pohon Murmas ini kurang lebih sama dengan Omah Kayu di Batu Malang. Rumah pohon dan spot foto yang dipadukan dengan keindahan alam pedesaan Gangga sebagai background. Oh iya, kelebihan lainnya dari Rumah Pohon Murmas jika dibandingkan dengan Omah Kayu di Batu, di Murmas ini banyak terdapat mural tulisan-tulisan unik yang mengundang senyum. Poto-poto di bawah ini contohnya.

Dan setelah berkunjung ke Rumah Pohon Murmas ini saya akhirnya tahu bahwa rupanya posisi Rumah Pohon Murmas ini tepat berada di atas air terjun Gangga. Untuk informasi tambahan, HTM (harga tiket masuk) ke sini hanya Rp 5000/orang dan itu udah termasuk harga tiket parkir motor. Untuk wisata dengan view seindah ini, rasanya harga tiket masuk ini sangatlah murah.

narsis di rumah pohon murmas

Saya cukup salut dengan pengelolaan Rumah Pohon Murmas ini, selain bersih, sarana toilet juga cukup terawat. DI samping itu, jika pengunjung tidak membawa tongkat swafoto (selfie stick) dan membutuhkan bantuan untuk dijepretin, maka para pemuda yang mengelola di sana sangat dapat diandalkan. Mereka juga dengan ramah dan senang hati untuk menunjukkan spot foto terbaik dan best-angle sekaligus. Jika pengunjung ingin makan ataupun ngemil, tersedia warung-warung yang siap sedia melayani. Mantaplah!

Pokoknya jika kalian sedang berwisata ke Lombok, Rumah Pohon Murmas ini sangat layak untuk menjadi salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Apalagi lokasinya searah jika wisatawan dari Mataram yang ingin ke Air terjun Tiu Kelep Senaru, bisa mampir ketika menuju atau saat jalan pulang kembali ke Mataram.

Last but not least, selalu berhati-hatilah ketika mengambil foto.

Safety first and dont litter. Keep Lombok clean, guys.

 

 

 

 

 

Menaklukkan Tantangan (my first HM medal)

I love to challenge my self.

Seperti ketika memutuskan untuk daftar event “Karangasem run half marathon” ini. Walau belum pernah ikut event Half Marathon (HM) resmi, saya ingin mewujudkan mimpi saya ketika selesai event Lombok marathon tahun lalu. Ketika itu saya berjanji pada diri sendiri untuk naik kelas dari 10k ke setidaknya HM. Poto di atas adalah skrinsyut status saya setahun lalu. πŸ˜€

And i’ve made it. Last week, i conquered that challenge.

Thanks, God. God is great!

Untuk ukuran #pelaribewet atawa #pelarigendut seperti saya not bad lah saya bisa finish strong under COT (Cut of Time). Fyi, COT untuk Karangasem Run Half Marathon kali ini adalah 3 jam 30 menit. Dan untuk mencapai under-COT tersebut saya berlatih nyaris setiap hari. Pokoknya beneran niat. Pagi sore latihan baik short-run maupun semi-long-run. Bahkan seminggu sebelum race saya mencoba berlari sejauh 21km. Oh iya, untuk kalian yang belum tau, jarak yang ditempuh untuk Half Marathon adalah 21 km. Dan untuk FM (Full marathon) adalah 41,195 km. Jauh kan? Banget!! Haha…

Oh iya event Karangasem half marathon sendiri adalah event yang pertama kali diadakan. Dan event ini diadakan sekaligus untuk memperingati hari jadi ke-96 tahun Taman Sukasada Ujung, Karangasem-Bali. Jadi, lokasi start dan finishnya langsung bertempat di Taman Sukasada Ujung.

***

Sabtu (16/9) siang saya sudah berada di Karangasem. Karangasem adalah sebuah kabupaten yang berada di Bali bagian Timur. Kalau dari Denpasar, membutuhkan waktu tempuh +-2 jam berkendara, sedangkan saya sendiri karena dari Lombok menggunakan motor dan memanfaatkan penyebrangan ferry Lembar-Padang Bai, hanya diperlukan waktu sejam dari dermaga Padang Bai sampai ke Karangasem via Candi Dasa.

Karena saya adalah pelari hore-hore alias tidak berorientasi prestasi, maka berlari dengan bonus jalan-jalan adalah sebuah keniscayaan -Halah!- maka setiba di Karangasem, saya tentunya menyempatkan berwisata singkat ke dalam Taman Sukasada Ujung. Taman Sukasada Ujung dibangun pada tahun 1901 dengan nama kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan. Dan yang membangun taman Ujung Soekasada adalah raja karangasem, bernama I Gusti Bagus Jelantik. Memiliki gelar dengan nama, Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada tahun 1909, raja Karang asem memerintahkan arsitektur Belanda, bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok, bernama Loto Ang, untuk mengembangkan kolam Dirah, menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem. Taman ini sangat instagramable dan saking bagusnya, kerap dimanfaatkan untuk menjadi lokasi pemotretan pre-wed. Berwisata h-1 buat saya cukup bermanfaat untuk menghilangkan stress dan gugup sebelum race. Maklum, pengalaman pertama HM, coy :))

*Taman Ujung Sukasada, cakep ya :D*

***

–Hari H–

Jam 5 lewat saya, istri dan om rudi sudah berada di titik start bersama ratusan peserta lainnya. Yeap, dari Lombok saya ditemani istri dan seorang kawan lain. Kali ini, kami bertiga mengikuti 3 nomor lomba yang berbeda. Saya pada HM, istri pada 5k dan om rudi pada nomor 10k.

Tepat Pukul 5.40 Wita rombongan pelari HM dilepas, dan selang 15 menit berturut-turut 10k dan 5k mengikuti.

Jujur, view karangasem run-nya ciamik. Sawah, pantai, perkampungan adat dan latar Gunung Agung memanjakan mata. Cuma tanjakan dan turunannya ngeri-ngeri sedap. Konon elevation-gain +-600m. Jadi lumayan menantang dan menguras energi khususnya ketika tanjakan. Untuk ukuran event lokal perdana di Karangasem, Karangasem Run ini okelah. Eits, jangan dibandingin sama Jakmar or MBM lhoo ya πŸ˜‚πŸ˜…. Bandinginnya sama Mekaki Marathon aja. #eaaaaaa

Dan Thank God, setelah 3 jam 11 menit saya akhirnya berhasil melewati garis finish. Yesss… masih under COT yang ditetapkan panitia. Woohoooo….

Eits, ternyata… ketika saya melihat aplikasi tracker yang saya gunakan, jarak yang saya tempuh ketika berlari adalah 23 km lebih. Hiks… pantesan rasanya dari Kilometer 20 ke titik finish rasanya panjanggggggggg banget. :((

Tapi apapun itu, senengnya luar biasa ketika meraih medali pertama untuk nomor HM. Yippyyyy πŸ˜€

***

Setelah 1 tantangan berhasil ditaklukkan, tantangan selanjutnya adalah mencoba Full Marathon dan mengikuti event Rinjani 100. Ihiwwww… *Crossing fingers*


 

 

 

 

Satu hari yang Selow di Selong Selo

Sejak membuka mata di pagi hari itu, pikiran saya mulai bekerja keras. Mau jalan-jalan ke mana hari ini. Ya, pada hari itu kebetulan memang saya dan istri sedang libur karena cuti akhir tahun. Setelah berhari-hari liburan hanya diisi dengan bermalas-malasan di rumah, rasanya kaki mulai gatel dan badan harus di ajak jalan-jalan. Kalau ngga, bisa gila nih. Maaf, bagian yang ini sih hiperbola banget ;))

Nah, di kepala saya udah kebayang beberapa pilihan destinasi tujuan. Kalau nggak ke Taman Wisata Alam Tunaq, ke Gili Meno atau ke Selong Selo.

Entah kenapa pada akhirnya saya memutuskan pilihan pada opsi terakhir. Pertimbangannya adalah karena saya dan istri memang belum pernah ke tempat ini, sepertinya (kalau liat dari postingan teman-teman di sosmed) asyik banget tempatnya untuk dijadiin lokasi bersantai-ria.

Okay… fix ke Selong Selo.

Memacu kendaraan kurang lebih satu setengah jam dari Mataram, akhirnya kami tiba di Selong Selo Residence. Oh iya, sebelum ke sini kami sempat makan siang dulu di depan Bandara BIL. Hooh, menu ayam kampung dan nasi puyung yang populer itu menjadi santapan kami. Psst… ini adalah salah satu trik kami agar ngurangin “belanja” di Selong Selo. Haha… Bukan apa-apa, kami sendiri tak tahu apa yang disediakan di sana. Takutnya hanya disediakan makanan ringan or sejenis kudapan saja, sementara kami belum makan siang. Bisa berabe, coy!

Kesan pertama ketika tiba di Selong Selo Residence adalah asyik juga nih tempat. Deretan kursi dan meja khas restoran menyambut, namun yang membuat istimewa adalah natural background-nya yang dijamin membuat kita seperti terhipnotis.

Nih dia penampakannya.

Sebuah pool dengan view nan sempurna tepat berada di bagian bawah dari restoran. Sedangkan di sisi kiri resto terdapat rerumputan hijau dan meja-meja serta bean-bag yang disediakan bagi pengunjung untuk berleyeh-leyeh.

Setelah memilih salah satu spot bean-bag, saya pun memesan makanan minuman untuk dinikmati. Menurut saya pribadi, harga yang ditawarkan sih masih reasonable, apalagi dengan pemandangan dan suasana yang ditawarkan begitu cihuy.

Di bagian tengah terdapat semacam panggung kecil untuk tempat berfoto berlatarkan top-view Pantai Selong Belanak. Sungguh instagramable!

Selong Selo sendiri juga menawarkan penyewaan villa bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin menginap sambil menikmati panorama alam khas Lombok Bagian Selatan. Lokasinya yang cukup strategis khususnya bagi pecinta pantai membuat Selong Selo sangat layak untuk menjadi referensi penginapan bagi kalian yang ingin berlibur. Pantai Mawi, Pantai Semeti, Pantai Selong Belanak,  Pantai Mawun semuanya dapat dijangkau dari Selong Selo kurang dari setengah jam berkendara.

*top view of selong belanak*

Tapi jika kalian hanya ingin menikmati liburan bersantai dengan view yang sempurna, Selong Selo pun sangat cocok dijadikan pilihan destinasi. Seperti yang kami lakukan sepanjang siang sampai sore tiba. Merasakan semilir angin sepoi-sepoi sambil menyantap kudapan, ngobrol santai, menyaksikan pemandangan cantik dan menikmati kebesaran Tuhan. 

Just perfect. πŸ™‚

***

More about Selong Selo bisa follow akun instagramnya : selongselo  

 

Mewarnai hari dengan ColorRun

Kali ini saya ingin bercerita pengalaman pertama saya ikutan ColorRun (Plis jangan dibaca “koloran” ya πŸ˜€ )

Jadi ColorRun adalah salah satu dari begitu banyaknya variasi acara atau lomba lari. Variasi lainnya adalah ultra, marathon, trail run dll. Dan ColorRun sendiri adalah acara lari yang lebih mengutamakan fun atau bersenang-senang. Karena di ColorRun sendiri, berlari paling kencang dan menjadi pelari paling cepat menyentuh garis finish bukanlah target utama.

Lari dengan jarak pendek (biasanya 5km), pesertanya menggunakan kaos putih, pelari akan ditabur tepung berwarna-warni adalah ciri utama dari ColorRun. Konon ColorRun pertama kali diadakan di dunia pada tahun 2011.

Nah, event ColorRun yang saya ikuti kemarin adalah Mandalika ColorRun 27 Agustus 2017. Mandalika ialah nama lain dari Pantai Kuta  yang berada di Lombok Tengah bagian Selatan. Jadi, lari-lariannya akan menyusuri Pantai Seger dan Pantai Mandalika. Kebayang kan, berlari sambil menikmati view pantai keren gitu, belum lagi akan ditaburi bubuk warna-warni. Pasti bakalan seru!

***

Sekitar pukul 14.30 Wita saya dan rombongan komunitas lari Runjani sudah berada di TKP. Rupanya venue tempat acara berlangsung sudah ramai oleh para peserta. Oh ya, para peserta ColorRun disarankan untuk memakai kaos berwarna putih dan menggunakan kaca mata. Mengapa kaos berwana putih? Karena supaya warna-warni bubuk yang nanti ditebar (atau disiram) ke peserta akan lebih keren ketika mewarnai kaos putih dibandingkan ketika mewarnai kaos yang sudah berwarna. Dan mengapa peserta sebaiknya menggunakan kaca mata? Agar bubuk warna-warni yang ditebar tidak mengenai mata pelari.

*ready to start*

photo source fb mandalika great challenge

***

Setelah registrasi dan sambutan pada pembukaan acara, akhirnya start dimulai sekitar pukul 15.15 wita dan matahari sedang lucu-lucunya (baca : terik). Kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari pelari berbagai usia muda, tua, bahkan tak sedikit peserta dari mancanegara (sepertinya turis yang sedang berlibur di Lombok) mulai melewari garis start. Memasuki kilometer ke-2 pemandangan garis Pantai Seger Dalam sudah menghibur kami. Sedikit melupakan sengatan matahari yang cukup membuat stamina terkuras. Eits, ternyata track yang harus kami lalui di kilometer setelahnya lebih menantang. Mendaki bukit Seger sambil berlari di siang hari sungguh pengalaman yang seru. Haha.

Indahnya panorama Pantai Seger dari puncak bukit rupanya sungguh memikat. Sebagian peserta  (termasuk saya) yang tampak kepayahan mulai mengeluarkan ponsel mereka. Demi swafoto atau live fb/instagram dengan view yang luar biasa, mereka melupakan rasa capek. Sing penting eksis! Hehe..

*WS, Bukit Seger & Warna-warni*

photo source fb mandalika great challenge

Di puncak Bukit Seger juga rupanya adalah sebuah check-point di mana panitia telah menyiapkan gelang bagi peserta sebagai penanda bahwa pelari sudah melalui setengah lintasan.  

Setelah jalur menuruni bukit peserta harus menyebrangi jembatan dan di sana lah panitia menunggu peserta dan menyiram bubuk berwarna-warni. Seketika baju putih kami berubah warna layaknya pelangi. πŸ˜€

Sekitar 35 menit berlari saya akhirnya menginjak garis finish dan rupanya saya termasuk dalam 100 pelari terdepan sehingga berhak mendapat medali finisher. Yeay!! 

***

 

Setelah seluruh peserta finish, rangkaian acara berlanjut dengan games, music DJ, dancer dan pengundian door prize. Too bad, saya gagal mendapatkan hadiah utama motor. 😦  

Walau begitu, karena ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti ColorRun, saya bisa bilang Heyyy…. It was fun! πŸ˜€

 

 

 

 

melupakan sang mantan di mantar

Hariiii geneeee masih ngomongin mantan?

Dari pada nggak move-on dengan membahas mantan, lebih baik membahas “mantar”.

Mantar, Dep? Iya, Mantar.

Jadi, Mantar adalah nama sebuah desa wisata yang secara geografis berada di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat Pulau Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Pototano. Desa Mantar memiliki penduduk +- 200 kepala keluarga.

Lalu apa istimewanya Mantar sehingga bisa membuat kita melupakan mantan, Dep?

Istimewanya Mantar adalah lokasinya yang berada pada ketinggian kurang lebih 660 mdpl, sehingga menawarkan pemandangan panorama alam nan indah. Perbukitan hijau, lengkungan pesisir Barat Pulau Sumbawa dan pulau-pulau kecil di sampingnya plus siluet Gunung Rinjani menawarkan pesona nan menakjubkan. Selain menjadi spot wisata alam, Mantar juga adalah sebuah lokasi sport-tourism yakni paralayang.

Di tempat seindah ini, dijamin ngga akan ada waktu lagi untuk mengingat-ingat mantan. Beneran!

***

Untuk sampai ke Desa Mantar ini, pengunjung yang datang dari Lombok harus menyebrang ke Pulau Sumbawa. Ada dua alternatif yaitu via laut atau udara. Via laut ya tentunya melewati Pelabuhan Poto Tano yang merupakan dermaga penyebrangan Lombok-Sumbawa. Sedangkan via udara ya melalui Bandara Udara Brang Biji (SWQ) di Kota Sumbawa Besar.

*Poto Tano*

Dari Poto Tano dibutuhkan kurang lebih 45 menit untuk tiba di Desa Mantar. Jalurnya adalah Poto Tano –  Senteluk – Desa Tapir – Desa Mantar. Sedangkan dari Kota Sumbawa Besar : Sumbawa Besar – ALas – Pertigaan Poto Tano – Senteluk – Desa Tapir – Desa Mantar. Akses jalan dari Poto Tano sampai Desa Tapir atau dari Kota Sumbawa Besar sampai Desa Tapir masih sangat baik dan relatif rata. Namun di setengah jam terakhir Desa Tapir –  Desa Mantar, akses jalannya sangat menantang karena jalan mendaki dan harus melalui jalan tanah berbatu tajam dan di satu sisinya adalah jurang yang sangat berbahaya.

Jika ingin mengendarai motor sampai puncak Mantar, gunakanlah motor trail yang memang dirancang khusus untuk kondisi jalan ekstrim. Pilihan terbaik bagi pengunjung adalah memarkir mobil/motor di rumah penduduk di Desa Tapir dan kemudian menyewa kendaraan 4WD atau kerap disebut “rangers” yang menyediakan layanan untuk antar jemput ke/dari Mantar. Ongkosnya sangat murah hanya Rp 20.000/orang one-way.

View terbaik di Mantar adalah saat sunrise dan sunset. Ketika matahari terbit, jika anda beruntung tentunya, maka matahari akan naik dari sela-sela gunung Tambora dan gumpalan awan berbentuk kapas seolah mengepung puncak Mantar. Tak heran ketika momen seperti ini para pengunjung menyebut “Desa Mantar, Negeri di atas awan”. Dan saat Sang Surya terbenam di ufuk Barat, matahari seolah-olah bersembunyi di balik Gunung Rinjani. Momen magis!. 

Oh iya, buat pengunjung yang ingin menginap, karena tak ada penginapan/hotel di Mantar maka pilihannya adalah menginap di tenda atau di rumah penduduk. Tidak membawa tenda? Jangan khawatir karena tersedia penyewaan tenda. Dengan 100rb/tenda/malam tenda berkapasitas 2-4 orang dapat dimanfaatkan untuk menginap. Sedangkan harga menginap di rumah penduduk tergantung kesepakatan saja. Hehe.

***

Yuk nikmati foto-fotonya di bawah ini :

*salam dari mantar*

 

*enjoy the view*

 

*paralayang di Mantar*

 

*pengunjung di Mantar*

 

*catching the sunset… dont forget the Rinjani’s silhouette*

 

*camping ground*

 

*camping ground and the “rangers”*

 

*sunrise view from inside tent*

 

*sunrise view*

 

*sunrise view #2*

***

So, Tunggu apa lagi?

Ketimbang masih tenggelam dalam kubangan kenangan masa lalu dengan sang mantan, mendingan nongkrong keceh di Mantar.

Karena mantan tak secantik Mantar!

Jadi, maafkan saya dek Raisa dan dek Dian Sastro, saya sudah ngga mikirin kalian lagi.

*dirajam massa*

πŸ˜€

 

Nb : buat kalian yang butuh kontak pengantarn rangers bisa hubungi Pak Saleh (0878.6394.8116) & pak alip (0813.7258.4438) untuk penyewaan tenda di mantar.

 

Ketika saya tua nanti

Suatu ketika saya pernah mengikuti sebuah kursus bahasa mandarin, dan guru saya pernah mengucapkan sebuah idiom yang menggelitik saya. Kira-kira begini isinya dalam Bahasa Indonesia “ketika muda kita mengorbankan kesehatan demi harta, dan sebaliknya ketika kita tua kita mengorbankan harta demi yang namanya sehat”

Ketika pertama kali mendengar, tak hanya saya, tetapi juga beberapa murid sempat tergelak mendengan ungkapan guru les saya itu. Tapi sepulang dari sesi belajar, saya teringat akan kata-kata itu dan merenungkannya. Rasanya tidak salah dengan kalimat dari beliau. Dan sejak merenungkannya kembali, saya memutuskan agar hidup saya kelak tak menjadi seperti idiom tadi.

Saya adalah orang yang sangat mencintai traveling, walau levelnya masih belum apa-apa jika dibandingkan para travelers yang sudah menjelajah nusantara sampai wisata mancanegara, tetapi saya dan istri saya selalu menyempatkan untuk bepergian ke tempat-tempat baru yang sama sekali belum kami kunjungi.

Dari begitu banyak hal yang saya nikmati ketika bepergian alias traveling, selain menikmati pemandangan alam dan pesona wisatanya, menyaksikan pasangan berumur yang bepergian selalu menarik perhatian saya dan istri. Tentunya tak hanya itu, pasangan-pasangan berumur, sebut saja opa-oma, yang saling bergandengan tangan dan saling memapah tubuh renta mereka selalu sukses menginspirasi saya dan istri agar kelak dapat mengikuti jejak mereka.

Saya masih ingat ketika di sebuah pantai di Lombok bagian selatan, ketika saya dan istri sedang asyik menikmati senja terbenam, kami menyaksikan sepasang bule yang rasanya sangat pantas dipanggil grandpa & grandma. Betapa romantisnya mereka menyebrangi benua dan samudra hanya untuk menikmati masa tua mereka dengan berpetualang berdua saja.

Kedua bule dari Jerman ini kalau dilihat dari fisiknya sih sudah berumur kurang lebih 60-70tahunan. Jelas, saya tidak berani menanyakan usia real mereka, karena setau saya menanyakan usia bagi mereka adalah sebuah hal yang tak sopan bukan? Hehe.

Kembali kepada kedua bule tadi, ketika saya dan istri akhirnya berkenalan dan bercakap-cakap dengan Bahasa Inggris yang ala kadarnya, kami akhirnya tau bahwa Juergen dan istrinya Esty memang meninggalkan anak dan cucu mereka di negaranya Jerman. Mereka sengaja menikmati quality time berdua dengan berpetualang ke beberapa negara Asia, sampai akhirnya tiba di Lombok, Indonesia. How Cool is that? :’)

 

Ah… saya pun menjadi iri setengah mati. Haha

Kata orang, bahagia itu sederhana. Bisa iya, bisa juga tidak.

Dan ukuran bahagia bagi setiap individu tentunya berbeda-beda.

Tetapi saya meyakini bahwa cita-cita saya kelak ketika saya tua, saya ingin seperti Juergen dan Esty. Menikmati masa tua dengan kelak menikmati hidup semaksimal mungkin. Keliling dunia bersama istri, menyaksikan keindahan ciptaanNya dan mensyukurinya. Pasti membuat kami berdua bahagia.

Caranya? Tentu saja tidak hanya sebatas mimpi, tetapi juga harus diusahakan dan direncanakan sejak dini.

**

Menabung tentulah menjadi cara pertama yang harus dilakukan. Selain menabung secara manual, saya dan istri sangat beruntung bekerja pada perusaahaan yang begitu peduli pada karyawan/tinya. Perusahaan kami mendukung karyawan/tinya dengan mendaftarkan semua tenaga kerja pada BPJS Ketenagakerjaan. Dan tak hanya itu, perusahaan mendukung dengan memberi subsidi iurannya. ASyik kan? Dan BPJS Ketenagakerjaan ini pun memberikan jaminan hari tua kami dari Iuran yang dibayarkan program jaminan pensiun yang dihitung sebesar 3%. Iuran ini terdiri atas 2% iuran perusahaan dan 1% iuran pekerja. Sangat ringan dan tentunya bermanfaat.

Ada “bonus” lainnya dari manfaat program pensiun juga seperti manfaat pensiun cacat, manfaat pensiun duda, manfaat pensiun anak, manfaat lumpsum dll.

Selain menabung dan terdaftar di BPJS, tentunya menjaga pola makan dan pola hidup. Ga lucu kan kalau akhirnya seperti apa yang dibilang oleh guru les saya di atas tadi. Udah punya modal jalan-jalan malah sakit. owalahhhh….

That’s why, saya mulai kembali menggalakkan olahraga teratur bersama istri. Jogging atau berlari menjadi ‘menu” olahraga yang harus dilakukan setidaknya 2-3 kali seminggu. Sesekali long-run pun dilakoni, demi menjaga stamina dan kesehatan.

Tak hanya olahraga, piknik pun harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Yeap, piknik sangat penting khususnya untuk pikiran alias kesehatan rohani. Kata teman saya “jarang piknik, bisa bikin gampang panik” dan “hidup makin asyik dengan piknik”. Haha…. keren juga kuot teman saya itu. Selain semua itu, berpikir positif selalu dan mendekatkan diri kepada sang pemilik hidup, saya percaya sangat membantu untuk menjaga hidup lebih beraura positif. Dan tak lupa nge-blog biar makin oke. :))

Nah, Itulah tadi beberapa persiapan menuju masa tua.

So, ketika tiba saatnya harus purna bakti dari tugas yang selama ini diemban, kami berdua tak perlu risau lagi untuk mewujudkan cita-cita kami yaitu berpetualang mengeksplore tempat-tempat indah di Indonesia dan di dunia.

source : here

Seperti kata Saint Augustine “The world is a book, and those who do not travel read only one page.” Demikianlah saya dan istri saya memimpikan hidup ketika tua kelak.

Berangkulan dengan istri sambil mengayuh gondola di venice, atau piknik di hadapan menara Eiffel? Ah… rasanya sangat mungkin diwujudkan nanti.

Aminn. πŸ˜€

**

Btw, buat kalian yang belum terdaftar di BPJS ketenagakerjaan, bisa langsung daftar. Caranya gampang kok. Atau pengen cari tau gimana persyaratannya? Langsung aja cuss ke sini.

 

 

(one of) my life goal(s)

Postingan ini masih ada hubungannya sama postingan pertama di awal tahun yang ini.

Masih ga jauh-jauh dari mimpi, harapan, keinginan, whatever its called.

Jadi, postingan ini ada karena waktu fesbukan beberapa waktu yang lalu melintas di timeline saya beberapa foto berikut.

 

Dan sejak liat postingan bergambar ini di fb, di benak saya melayang-layang keinginan agar one day punya kendaraan (modified vw combie/van) seperti salah satu di gambar di atas ini. 

Daripada kepikiran terus, mending saya tulis aja di blog ga penting ini. Siapa tau one day my dream comes true. Aymen!

*Crossingfingers*

Asik banget kan kalau punya kendaraan kayak gini. Bisa buat traveling ke mana-mana dan ngga perlu nginep mahal-mahal di hotel. Masak juga bisa di mobil. Trus ngebayangin bisa menepi di tempat yang kita mau, misal : parkir di kaki rinjani, atau di pinggir pantai. Trus malemnya bisa buka kap atas sambil tidur liat bintang di langit en denger debur ombak di pantai. Ngebayanginnya aja udah seneng. Haha..

Sejujurnya, belum nyari tau berapa budget yang dibutuhkan untuk membeli mobil, mungkin seken, berjenis van/vw combie ini. Yang penting ditulis dulu aja mimpinya.

Siapa tahu Tuhan berbelas kasihan pada hambanya yang suka mimpi ini. πŸ˜€