Wisata prasejarah di Gunung Padang

Rasanya saya sudah sering berbagi cerita perjalanan wisata saya ke gunung, pantai, atau pun ke pulau.

Nah, kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya ketika menikmati wisata prasejarah di Gunung Padang.

Eits… walau namanya Gunung Padang, lokasi wisata ini sama sekali tak ada hubungannya dengan ibukota provinsi Sumatera Barat yaitu Padang. Gunung Padang yang saya maksud ini adalah sebuah lokasi situs megalitikum di Cianjur, Jawa Barat.

Situs Gunung Padang berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Berada di ketinggian 885 mdpl (meter di atas permukaan laut), Situs ini adalah sebuah kompleks kebudayaan Megalitikum yang sangat luas.

Ada dua alasan mengapa saya akhirnya mengunjungi lokasi ini. Pertama, rasanya saya belum pernah melakukan wisata prasejarah selain mengunjungi candi-candi. Kedua, ketika saya melakukan perjalanan dari Kota Sukabumi ke Bandung di mana saya melintasi Cianjur saya selalu melihat plank penunjuk lokasi Gunung Padang ini, dan sungguh membuat saya penasaran.

Rasa penasaran saya terobati di akhir tahun kemarin, ketika saya dan istri berlibur ke Sukabumi, saya memutuskan untuk mendatangi Gunung Padang.

Dengan mengendarai kendaraan roda dua, saya dan istri menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari pusat kota Sukabumi untuk sampai ke TKP. Lumayan membuat pantat tepos tapi syukurnya seperti lazimnya cuaca di sekitaran puncak, hawa sejuk sepanjang perjalanan plus pemandangan pegunungan dan kebun teh nan hijau sungguh membuat perjalanan menjadi mengasyikkan dan tidak terasa lama.

PANO_20171226_161615

Akses jalan 80% cukup baik dengan aspal dan jalan beton, sedangkan sisanya masih dalam progress pembenahan (pengaspalan/pembetonan).

Sesampai di TKP kami memarkir kendaraan dan membeli tiket masuk seharga Rp 5000/orang. Dari gerbang masuk, pengunjung memiliki 2 opsi untuk sampai ke atas. Opsi pertama adalah menaiki ratusan tangga (lupa ngitung banyaknya 😛 ) dengan sudut yang cukup curam. Sedangkan opsi kedua adalah melewati jalur tangga yang lebih landai tapi otomatis jaraknya lebih jauh.

Kami memilih opsi pertama. Yakkk!! Curamnya mantap jiwa banget… Melangkah naik 10 -20 tangga kami pasti langsung beristirahat karena ngos-ngosan. Haha…

Pelan tapi pasti, kurang lebih +- 20 menit kami pun tiba di lokasi utama Situs Megalitikum Gunung Padang .

Wow!!

PANO_20171226_153133

Sesampainya di atas kami menyaksikan ribuan batu andesit berbentuk persegi yang panjang saling bertumpuk-tumpuk dan tersebar di atas. Tak lama kemudian saya menemui seorang guide dan bertanya banyak hal mengenai situs ini.

Banyak sekali informasi yang bisa saya dapatkan dari mamang guide ini (lagi-lagi saya lupa namanya… hih! ), diantaranya adalah :

  • Dari penelitian yang dilakukan para ahli melalui uji radiometrik karbon (carbon dating, C14) pada laboratorium Beta Miami, di Florida AS, para peneliti menerka bahwa karbon yang didapat dari pengeboran pada kedalaman 5 meter sampai dengan 12 meter berusia 14.500-25.000 tahun. Dari hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa situs Gunung Padang lebih tua dari Piramida.
  • Dari batu-batu yang ada tak ada ditemukan tulisan ataupun gambar sama sekali, artinya sangat mungkin bahwa ketika situs ini ada manusia (yang ada) belum mengenal tulisan atau gambar, bahkan bisa jadi manusia pun belum ada.
  • situs Gunung padang diduga dimanfaatkan sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar sana (tempat bersemedi dan berdoa)

Abis ngobrol-ngobrol sama si mamang, kami pun berkeliling sambil melihat-lihat. Ada sebuah tumpukan batu yang dianggap seperti sebuah alat musik. Konon jika dipukul, batu tersebut akan mengeluarkan suara seperti musik.

PANO_20171226_152846

Oh iya, berada di lokasi ini mengingatkan saya akan sebuah objek wisata yang berada di Peru, Amerika Selatan. Namanya Machu Picchu. Objek wisata yang merupakan lokasi reruntuhan Kerajaan Inca yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut.

Kalau dari popularitas sih dijamin Machu Picchu lebih terkenal, tapi dari segi sejarah dijamin sebaliknya.

Boleh donk saya menyebut Gunung Padang ini adalah Machu Picchu-nya Indonesia. Hehe…

Kurang lebih 2 jam kami berkeliling dan menikmati keindahan alam dari atas Gunung Padang, kami pun pulang.

Ternyata wisata prasejarah itu asyik juga. 😀

Kalau ke Peru kejauhan, ke Gunung Padang dulu ajalahhh…. Ga kalah keceh! 😀