Menaklukkan Tantangan (my first HM medal)

I love to challenge my self.

Seperti ketika memutuskan untuk daftar event “Karangasem run half marathon” ini. Walau belum pernah ikut event Half Marathon (HM) resmi, saya ingin mewujudkan mimpi saya ketika selesai event Lombok marathon tahun lalu. Ketika itu saya berjanji pada diri sendiri untuk naik kelas dari 10k ke setidaknya HM. Poto di atas adalah skrinsyut status saya setahun lalu. 😀

And i’ve made it. Last week, i conquered that challenge.

Thanks, God. God is great!

Untuk ukuran #pelaribewet atawa #pelarigendut seperti saya not bad lah saya bisa finish strong under COT (Cut of Time). Fyi, COT untuk Karangasem Run Half Marathon kali ini adalah 3 jam 30 menit. Dan untuk mencapai under-COT tersebut saya berlatih nyaris setiap hari. Pokoknya beneran niat. Pagi sore latihan baik short-run maupun semi-long-run. Bahkan seminggu sebelum race saya mencoba berlari sejauh 21km. Oh iya, untuk kalian yang belum tau, jarak yang ditempuh untuk Half Marathon adalah 21 km. Dan untuk FM (Full marathon) adalah 41,195 km. Jauh kan? Banget!! Haha…

Oh iya event Karangasem half marathon sendiri adalah event yang pertama kali diadakan. Dan event ini diadakan sekaligus untuk memperingati hari jadi ke-96 tahun Taman Sukasada Ujung, Karangasem-Bali. Jadi, lokasi start dan finishnya langsung bertempat di Taman Sukasada Ujung.

***

Sabtu (16/9) siang saya sudah berada di Karangasem. Karangasem adalah sebuah kabupaten yang berada di Bali bagian Timur. Kalau dari Denpasar, membutuhkan waktu tempuh +-2 jam berkendara, sedangkan saya sendiri karena dari Lombok menggunakan motor dan memanfaatkan penyebrangan ferry Lembar-Padang Bai, hanya diperlukan waktu sejam dari dermaga Padang Bai sampai ke Karangasem via Candi Dasa.

Karena saya adalah pelari hore-hore alias tidak berorientasi prestasi, maka berlari dengan bonus jalan-jalan adalah sebuah keniscayaan -Halah!- maka setiba di Karangasem, saya tentunya menyempatkan berwisata singkat ke dalam Taman Sukasada Ujung. Taman Sukasada Ujung dibangun pada tahun 1901 dengan nama kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan. Dan yang membangun taman Ujung Soekasada adalah raja karangasem, bernama I Gusti Bagus Jelantik. Memiliki gelar dengan nama, Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada tahun 1909, raja Karang asem memerintahkan arsitektur Belanda, bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok, bernama Loto Ang, untuk mengembangkan kolam Dirah, menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem. Taman ini sangat instagramable dan saking bagusnya, kerap dimanfaatkan untuk menjadi lokasi pemotretan pre-wed. Berwisata h-1 buat saya cukup bermanfaat untuk menghilangkan stress dan gugup sebelum race. Maklum, pengalaman pertama HM, coy :))

*Taman Ujung Sukasada, cakep ya :D*

***

–Hari H–

Jam 5 lewat saya, istri dan om rudi sudah berada di titik start bersama ratusan peserta lainnya. Yeap, dari Lombok saya ditemani istri dan seorang kawan lain. Kali ini, kami bertiga mengikuti 3 nomor lomba yang berbeda. Saya pada HM, istri pada 5k dan om rudi pada nomor 10k.

Tepat Pukul 5.40 Wita rombongan pelari HM dilepas, dan selang 15 menit berturut-turut 10k dan 5k mengikuti.

Jujur, view karangasem run-nya ciamik. Sawah, pantai, perkampungan adat dan latar Gunung Agung memanjakan mata. Cuma tanjakan dan turunannya ngeri-ngeri sedap. Konon elevation-gain +-600m. Jadi lumayan menantang dan menguras energi khususnya ketika tanjakan. Untuk ukuran event lokal perdana di Karangasem, Karangasem Run ini okelah. Eits, jangan dibandingin sama Jakmar or MBM lhoo ya 😂😅. Bandinginnya sama Mekaki Marathon aja. #eaaaaaa

Dan Thank God, setelah 3 jam 11 menit saya akhirnya berhasil melewati garis finish. Yesss… masih under COT yang ditetapkan panitia. Woohoooo….

Eits, ternyata… ketika saya melihat aplikasi tracker yang saya gunakan, jarak yang saya tempuh ketika berlari adalah 23 km lebih. Hiks… pantesan rasanya dari Kilometer 20 ke titik finish rasanya panjanggggggggg banget. :((

Tapi apapun itu, senengnya luar biasa ketika meraih medali pertama untuk nomor HM. Yippyyyy 😀

***

Setelah 1 tantangan berhasil ditaklukkan, tantangan selanjutnya adalah mencoba Full Marathon dan mengikuti event Rinjani 100. Ihiwwww… *Crossing fingers*


 

 

 

 

Satu tanggapan untuk “Menaklukkan Tantangan (my first HM medal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s