cinta sejati

pernahkah kamu menemukan cinta sejati?

yang kepadanya saja kamu merasa jatuh cinta berulang-ulang, ya….. berulang ulang jatuh cinta kepada orang yang sama,

yang membuatmu selalu ingin di dekatnya, tapi ketika jarak menjadi penghalang, tak sedikitpun menjadi masalah, karena ia ada di hatimu dan kamu ada di hatinya,

yang hanya kepadanya kamu bisa tertawa, menangis dan tersenyum juga tetap belajar menghadapi hidup ini,

yang kepadanya saja kamu ingin mewujudkan mimpi-mimpimu, dan bersamanya kamu ingin menyusuri setiap jengkal dunia untuk menikmati keindahannya,

cinta sejati yang sederhana……

yang bahkan wajah tanpa make-up-nya ketika bangun tidur selalu tampak cantik dan menarik,

yang walaupun masih belajar memasak, namun hasil masakannya (entah kenapa) jauh lebih nikmat dari yang kamu beli di rumah makan itu,

yang kepadanya saja kamu selalu menjadi dirimu sendiri, seperti…. uhm…….tak perlu menahan kentutmu yang bunyinya besar dan bau tengik itu karena merasa malu,

yang hanya dengannya kamu ingin menghabiskan sisa umurmu, menua bersama, menggendut bersama,

ya…. sesederhana itu..

pernahkah?

saya pernah…

saya menemukannya kurang lebih 2 tahun lalu….

lalu saya meminangnya di altar suci setahun yang lalu… yeap… tepat hari ini setahun yang lalu

cinta sejati saya……

ours

Menyusuri serpihan surga di pesisir timur pulau Lombok

Pagi itu matahari mulai menampakkan dirinya.

Yes!!

Matahari bersinar terik pagi ini…

Kabar baik buat kami, karena harapan untuk mendapati hari yang cerah dalam petualangan kami hari ini semakin membumbung tinggi.

Belakangan ini cuaca di Lombok memang hampir selalu dirundung oleh hujan sepanjang hari. Dan kebetulan sabtu kali ini kami berencana untuk menjelajahi Pesisir Tenggara Pulau Lombok. Cuaca cerah adalah hal yang kami inginkan untuk hari ini. Terik pun tak mengapa 😀

Pukul 7.30 Wita kami bersebelas sudah berkumpul dan siap untuk berangkat ke Tanjung Luar. Dengan menggunakan 2 buah kendaraan minibus kami pun memulai perjalanan panjang ini. Jalur rute yang kami ambil adalah Mataram Praya Kruak Tanjung Luar. Kurang lebih 2 jam kami tempuh dari Mataram untuk sampai ke Tanjung Luar, Lombok Timur.

Sekitar jam 9.30 Wita kami pun tiba di Pelabuhan Tanjung Luar.

Rupanya Pak Amat, sang pemilik Perahu yang telah kami pesan sehari sebelumnya, telah siap menanti kami.

Suasana Pelabuhan Tanjung Luar cukup ramai. Sebagai informasi, Pelabuhan Tanjung Luar adalah pelabuhan ikan terbesar di Pulau Lombok. Selain dipenuhi oleh para nelayan, pembeli ikan dan penduduk sekitar, aktivitas di Tanjung Luar ini juga semakin diramaikan oleh para wisatawan yang mulai mengenal wisata Lombok Timur.

Yeap, Wisata Lombok Timur belakangan ini memang mulai menggeliat sejak era social media. Pantai pink Tangsi, Tanjung Ringgit, Tanjung Bloam, Ekas, dll semakin dikenal oleh para wisatawan baik local maupun mancanegara. Poto-poto objek wisata tersebut mudah ditemui di jagad twitter, facebook, path , blog dll. Kini pariwisata Lombok tidak melulu dikenal karena Senggigi ataupun Gili Trawangannya.

Tujuan kami sendiri hari ini adalah menyusuri gili-gili yang terdapat di tenggara Pulau Lombok.

Tak lama kemudian Pak Amat dan Pak Abu kru perahu kami hari ini memberi aba-aba bahwa semua peralatan dan barang-barang kami telah siap di atas perahu.

***
Lets go!!
Lanjutkan membaca “Menyusuri serpihan surga di pesisir timur pulau Lombok”